jump to navigation

Menikah adalah penjara dalam hidup 16 April, 2008

Posted by endweb in Life.
trackback

Menikah adalah keinginan bagi sebagian besar manusia yang ada di muka bumi ini. Akan tetapi, melihat perkembangan hubungan pernikahan beberapa saat terakhir, sebagian besar dari kita memiliki kekhawatiran untuk menikah. Khawatir menikah karena bukan kebahagiaan yang akan diraih tetapi kesengsaraan yang akan dialami. Pernikahan menjadi penjara bagi kita semua. Sebelum menikah, kita dapat melakukan apapun juga yang ingin kita lakukan, setelah menikah, tidak semudah itu. benarkah demikian? banyak juga contoh dari public figure yang menikah, tetapi tidak lama kemudian bercerai. Hal tersebut semakin memperkuat pemikiran masyarakat bahwa menikah itu menyeramkan, bahkan terkadang seperti penjara dalam hidup. Benarkah demikian?

Saya pribadi merasa tidak demikian. Pernikahan adalah sesuatu yang indah. Penjara yang ada lebih banyak disebabkan karena pikiran kita sendiri yang memenjarakan diri kita. Jadi bukan karena pernikahaannya, akan tetapi pikiran kita sendiri yang telah memenjarakan diri kita. Tidak ada yang salah dari pernikahan. Menikah adalah sesuatu yang mulia, bagaimana kita belajar untuk menghargai orang lain (pasangan kita tentunya adalah orang lain bukan?), belajar untuk tidak egois dan juga belajar memahami perasaan orang lain. Memang menjadi tidak mudah. Tapi, menurut saya, itulah manusia. Bila masih ingin disebut sebagai manusia (human being), tentunya menghargai manusia lain adalah bagian dari perilaku manusia, manusia yang setiap hari mencintai orang lain.

Dedicated to aisyah

Comments»

1. aombandung - 22 April, 2008

Menikah adalah lembaga agama bukan lembaga ekonomi, itulah sebabnya ketika akan menikah kita harus mendaftar ke KUA bukan ke Bank Mandiri atau BRI. Itulah sebabnya pernikahan adalah perilaku ibadah. Perceraian yang sering terjadi karena ada proses perubahan persepsi tentang pernikahan diantara suami istri..dan pada umumnya berubah dari lembaga agama ke lembaga ekonomi.

2. domba garut! - 28 August, 2008

Bagi mereka yang menganggapnya sebagai penjara – mungkin benar adanya – lantaran referensi pikir yang digunakan berbeda dengan akidah.

Mungkin hanya mereka yang benar-benar faham, akan mengerti bahwa itu [pernikahan] adlaah bukan seperti tagline judul posting ini.. menikah mendatangkan pahala, menjauhkan bala [dari PS/K, HIV/AIDS dlsb] dan meneruskan keturunan..

Semoga bisa lebih banyak insan yang faham benar agar terhindar dari salah persepsi.. :D

Salam hangat dari afrika barat!

3. julham - 15 September, 2008

Benar adanya, menikah itu bukan merupakan suatu pengekangan dalam hidup, itu merupakan wujud ibadah. Menghindarkan segala bentuk kehinaan yg bisa kita lakukan, agar kita bisa lebih terkontrol dalam hidup. Dengan Pernikahan juga hidup lebih bermakna, dan terhindar dari berbagai penyakit fisik maupun penyakit masyarakat.

Kebebasan bukan segalanya, Ingat dengan pernikahan atau kita lebih termotivasi dalam berkarya dan berkreasi lebih-lebih beribadah.

4. bangpay - 21 November, 2008

—menikah butuh (salah satunya) cinta, dan cinta (jelas) tak butuh tali…